Connect with us

Daerah

Nyaris Ambruk, Pemprov Riau Diminta Perbaiki Jembatan Desa Teluk Kiambang

Diterbitkan

Pada

Inilah kondisi jembatan di Desa Teluk Kiambang, Tempuling, Indragiri Hilir, Riau (foto: dok detik.com)

Tempuling, rakyatbangkit.com – Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Riau, ternyata masih banyak masyarakat di pedalaman, terutama yang tinggal di Desa Teluk Kiambang, Tempuling, Indragiri Hilir (Inhi) yang masih marasakan adanya ketimpangan.

Jangankan perbaikan di bidang ekonomi, untuk pembangunan jembatan penyeberangan saja Pemprov Riau belum menunjukkan kepeduliannya. Padahal, jembatan yang terbuat dari kayu tersebut, kondisinya kini sudah nyaris ambruk.

“Kondisi jembatan seperti ini sudah sepuluh tahun lamanya. Sudah beberapa kali diaujukan ke pemerintah, tetapi hingga saat ini tidak mendapat respons positif. Padahal, jembatan ini merupakan perlintasan utama bagi anak-anak sekolah,” ujar Masrial, Ketua RT setempat, kepada wartawan yang menanyakan kondisi jembatan lapuk tersebut.

Karena itu, dia berharap Pemprov Riau segera memperbaiki jembatan tersebut. “Ya, kami minta pemerintah memiliki kepedulian. Jangan hanya membangun gedung-gedung bertingkat, tetapi rakyat kecil seperti di desa kami ini juga perlu mendapat perhatian, minimal memperbaiki jembatan lapuk seperti yang Anda lihat ini,” katanya menambahkan.

Sebagaimana diketahui, Pemprov Riau pada APBD 2018 menggelontorkan dana pembangunan Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Polda Riau sekitar Rp 250 miliar. Di sisi lain, jembatan lapuk nan jauh di Desa Teluk Kiambang, Tempuling, Inhil terabaikan.

Saat ini, proyek pembangunan dua gedung megah masih berjalan. Proyeknya ada dua yakni gedung Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau di Jl Sudirman, persis posisinya di berseberangan dengan Kantor Gubernur Riau. Untuk sementara karena lagi dibangun gedung baru, Kantor Kejati Riau pindah sementara ke Jl Arifin Achmad, Pekanbaru.

Proyek pembangunan gedung kejaksaan dengan nilai lelang proyek sekitar Rp 89 miliar. Pembangunan yang sama dari dana APBD Riau juga digelontorkan untuk gedung Polda Riau. Nilai proyeknya sekitar Rp 161 miliar. Kedua gedung ini, masih sama-sama dikerjakan. Pembangunan gedung Polda Riau ini berada di eks Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, di Jl Pattimura, kawasan Gobah, Pekanbaru.

BACA JUGA :  Setda Kubu Raya Sebut Luar Biasa Peran DPD RI

“Yang kami khawatirkan itu, kalau-anak-anak pergi dan pulang sekolah. Mereka jarang ditemani orang tuanya, karena orang tuanya juga sibuk bekerja,” katanya.

Jembatan kayu ini sudah 10 tahun tak terurus dengan baik. Jika ada papan yang lapuk, warga pun menggantinya secara swadaya. Belum ada perhatian dari Pemprov Riau atau Pemkab Inhil.

“Kita bergotong royong kalau ada papan-papan yang mulai lapuk. Tapi ya gitulah, kondisinya tetap saja membahayakan buat anak-anak yang melintas,” kata Masrisal.

Setiap harinya, ada 30 anak SD yang melintasi jembatan ini untuk pergi dan pulang sekolah. Sebenarnya ada jembatan yang layak dilalui dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Hanya saja, jaraknya sekitar 2 Km dari desa itu.

Sehingga, jembatan papan yang busuk itu tetap menjadi primadona sebagai akses utama warga setempat. Termasuk para orang tua di sana. Untuk salat jumat, mereka juga harus melintas di jembatan itu.

“Masjid untuk salat jumat ada di seberang RT kami, ya jadi memang jembatan ini buat akses semua warga di desa kami,” kata Masrisal. (*)

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

can i buy zoloft online, zithromax without prescription