Connect with us

Pilkada

Pilgubsu, Bawaslu Laporkan 9 persen pemilih Kehilangan Haknya

Diterbitkan

Pada

Jakarta, rakyatbangkit.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan fakta bahwa ada sembilan persen pemilih yang tidak dapat menggunakan haknya pada pemilihan gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) pada 27 Juni 2018 lalu.

“Kami telah laporkan temuan itu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU),” kata anggota Bawaslu Sumatera Utara Herdi Munthe, disela-sela Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilgubsu 2018 oleh KPU Sumut, di Hotel Polonia, Medan, Minggu (8/7/2018).

Herdi mengaku mendapat keluhan dan keberatan dari tim pemenangan pasangan calon Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus (DJOSS) atas hilangnya hak sembilan persen pemilih.

Menurut Herdi, hilangnya hak suara pemilih itu disebabkan mereka tidak kebagian atau tidak mendapatkan undangan atau formulir C-6.

“Temuan kami hanya 91,8 persen undangan atau C-6 sampai ke tangan warga pemilik hak pilih, selebihnya tidak,” ujar Hardi.

Sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT), jumlah pemilih Pilgubsu sebanyak 9.050.622, diperkirakan sebanyak kurang 800.000 warga yang kehilangan hak pilih.

“Itu artinya sebanyak 800.000 lebih warga yang diabaikan hak politik sekaligus hak azasi manusianya,” kata anggota tim pemenangan DJOSS, Dame Tobing, yang hadir di acara rekapitulasi.

Tim DJOSS sangat menyesalkan hal tersebut, apalagi jika dikaitkan dengan biaya penyelenggaraan Pilgubsu yang menghabiskan dana kurang lebih Rp1,2 triliun yang bersumber dari APBD. (RB-2)

BACA JUGA :  Situs Hitung Cepat KPU Belum Bisa Diakses
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

can i buy zoloft online, zithromax without prescription